Cast:
Prolog:
I wanna be a superhero with a super power.
Kenyataannya, aku sudah memiliki kekuatan super. Aku tak terlihat. Semua
superhero harus punya kisah keluarga yang tragis. Orang tua spiderman…. tewas.
Orang tua batman dibunuh. Orang tua superman terkena ledakan. Aku sudah
memenuhi persyaratan. Ayahku kabur dari rumah saat aku kecil. Ibuku bunuh diri
saat usiaku 8 tahun. Bahan yang bagus untuk kisah seorang superhero.
(flash back)
D : aku bukan psikolog. Aku tak peduli dengan trauma
yang engkau alami. Apa yang kamu ketahui tentang BLINK? Tentang FR13NDS?
P1 : kau ingin tahu semuanya? Tapi setiap detail itu
penting. Meretas itu seperti sulap. Sama-sama untuk menipu orang lain. (sambil trik sulap)
(Monolog)
Sejak usia 14 tahun, aku sudah belajar bahasa
pemograman.Di dunia nyata aku hanya orang asing, pecundang, orang aneh. Tapi di
“DeepWeb”, internet dalam internet aku merasa dianggap. Ada banyak hacker di dunia
dan Aku mengidolakan MRX, tak ada hal yang tak bisa ia retas. MRX punya 3
peraturan : No System is safe, aim for the impossible, have fun.
Alasan ku disini adalah Maries
SCENE 1
(Di Perpustakaan)
(Meries lagi duduk, lalu P1 menghampirinya)
P1 monolog : “aku menyukai marie sejak masih sekolah, tapi siapa yang ingat dengan anak aneh yang duduk di pojok kelas”
Marie : “hey, p1 kan? Saya sering melihatmu dipojok
kelas”
P1 : *senyum*
M : “ku dengar km ahli computer, mungkin kau bisa
membantuku”
P1 : “tentang?”
M : “kau bisa mendapatkan soal ujian untukku”
P1 : ‘hmmm…’’ (melihat dia sambil tercengang)
M : ‘p1?/ sambil melambai ke tatapannya
P1 ohh maaff okee akan saya lakukan (dalam hati
untuk mu)
*scene dikamar dia tiduran*
Monolog : “Marie punya masalah dan aku bisa mengatasinya. Dia akan mengingatku, kami akan saling jatuh cinta dan hidup bahagia… binggo”
SCENE 2
(P1 jalan dilorong gelap pakai senter, masuk ruang server ketauan)
Sambil monolog
“beberapa hacker hanya muncul dalam sistem tanpa mengubah sesuatu, beberapa meninggalkan tanda dan sisahnya mengambil cindera mata”
“aku adalah Superman, Spiderman, Batman..”
Penjaga : “sedang apa kau?”
“dan aku orang bodoh”
SCENE 3
(jalanin hukuman pelayanan masyarakat nyapu)
Trs kehukum sama polisi
J : ngapain lu disini
P1: keep silent
J : bisu lu?
P1 : keep silent
J: oh bener brarti
(J ninggalin P1 trs balik lagi)
P1: biar ku tebak kamu pasti adalah orang yang menganggap dunia ini sangat tidak adil karna kau dianggap sebagai sampah di masyarakat dan tak pernah mendapat perhatian sedikitpun dari mereka
(J ninggalin lagi)
P1: masalah computer
J: oh lu paham computer?
P1 : yahh aku meretas sebuah sistem
J: caranya?
P1 : itu hal yg sangat mudah (jelasin caranya)
(ngasih kartu nama)
J: datanglah dan tunjukan kemampuanmu dan pastikan semua itu bukanlah omong kosong
P1 diem aja
SCENE 4
P1 monolog aku selalu bertanya tanya akan kah ada momen momen dimana aku sangat berguna bagi orang lain. Sbuah momen yang dapat mengubah segalanya.
(p1 dateng trs
nunjukin skillnya skill kebukti trs balik kerumah masing2)
Esoknya
Monolog (kami sudah
berelompok dan kami ingin memiliki sebuah markas dan rumahku yang paling tepat.
J: hey we need a
name we must be famous
Paul : meskipun
kita terkenal kita tak dapat keuntungan apa2 dan kita tak akan berada di dalam
radar
Stephan : lupakan
soal radar punya nama itu keren seperti anon lulzsec
J : like MRX
P1 senyum
Monolog j sudah punya ide dan setiap dia punya ide tak ada yang dapat menghentikan dia
(bikin video pake
topeng)
Paul ah sudah lah
aku tak ingin melanjuktka smua omong kosong ini.
Stephan sudahlah
paukl tak usah di bawa serius dong.
Paul tapi aku sudah
muak.
J : ya tak masalah
kita ambil voting saja
Angkat tangan semua
kecuali paul
J: skarang kita
butuh nama
P1: bagaimana
dengan clay singkatan dari clowns laughing at you karenia ini semua tentang
kesenangan dan topen itu
Stephan clay?
P1 angguk polos
J: untuk clay?
Semua cheers tangan
kecuali paul
Stephan : paul
Akhirnya paul
ikutan tapi kek ga se7
SCENE 5
Monolog dengan sbuah nama dan orang orang yang sibuk mancari perhatian publik, clay melakukan aksi meretas lampu gedung tinggi dengan tulisan “We Are Clay” dan kami tak memandaang apa dan siapa korbannya dan banyak lagi yang kita lakukan.
(trs pergi belanja)
J : ehh marie
M: p1?
P1: hai
M: apakah kau
bekerja?
P1? Skeranag? Tidak
kau?
M: nope aku sdang
berbelanja bersama teman ku saja
M apakah masih
lama?
M: bye p1
J: ahh kau sangat
menyedihkan
P1: hei mungjkin
ini mudah bagimu dan tidak bagu ku kau itu keren dan aku? Hanyalah pecundang
J: mungkin kau
benar................. watch an learn
P1 memperhatikan
dan m tertawa bersama j dan temannya
Stephan : jika kaui
memiliki peerkara yang besar hadapin saja dengan senyuman
Monolog J punya banyak fantasi tapi suasananya dapat berubah tiap detik sudah 1 minggu clay menantikan respon dari MRX dan MRX mengabaikan kita.
(J marah)
J: kita hanya
pencundang kita hanya pecundang
Monolog karena
masih banyak pemain besar di luar sana kemudian kau memasuki permainan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar